Kita sering denger orang ngomentarin segala sesuatu, nyeritain tentang konsepnya, pengalamannya atau pengalaman orang lain. Tapi sebenernya ga semua orang ngerti apa yang dia omongin. Kamu tanya, dia jawab tapi makin absurd. Mungkin kamu yang salah nanya. Pake aja metode Socrates biar kamu paham, dia bener2 ngerti yang dia omongin atau cuma asal nguap.

Metode pertanyaan sokrates biasanya digunakan dalam indepth interview dalam penelitian kualitatif. Padahal secara praktis sebenarnya pertanyaan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Asalkan kita mampu mengendalikan emosi dan menstrukturkan pertanyaan sekaligus mengembalikan jawaban menjadi struktur argumen. Dalam Mini infografis ini saya hanya membahas 4 tipe pertanyaan sokrates yang bagi saya relatif mudah diaplikasikan dalam keseharian. 4 tipe pertanyaan itu adalah:

  1. Mengklarifikasi pemahaman pencerita dengan memintanya untuk memperkuat argumen.
  2. Mencari bukti dan rasionalisasi cerita langsung dari pencerita dengan mempertanyakan sumber.
  3. Mempertimbangkan dampak argumen dengan mempertanyakan konsekuensi argumen.
  4. Mempertimbangkan pendapat lain dengan mempertanyakan triangulasi pendapat dari persepsi yang berbeda.

Instagram_ROLIP 4-03

Keempat metode ini sangat aplikatif dan mudah dipraktekkan dalam keseharian. kemudahan ini juga jangan kita persulit dengan membakukan pertanyaan atau membawa kesan formal. Pertanyaan sebaiknya diajukan dengan santai dan tenang, jangan pernah memberondong orang dengan pertanyaan jika ingin memeriksa argumentasinya. Karena, kebanyakan orang yang hanya menerima informasi sepotong lantas berargumen atau berdebat, sangat meyakini pendapatnya yang setengah matang tersebut. Akibatnya jika struktur logis dari argumennya dipertanyakan, orang tersebut cenderung mudah terprovokasi atau marah dan mulai melenceng dari tujuan klarifikasi. Yaelah Bro, Socrates aja disuru minum racun gegara ginian!

Instagram_ROLIP 4-04

Rolip Saptamaji

2017