OPINI | 17 August 2013 | 12:10

Oleh. Arfat Assad

Tinggal dua langkah lagi daging sapi ini bisa turun, secara cepat kebijakan ini harus diimplementasikan karena dengan langkah kebijakan tulisan saya sebelumnya ada progres yang cukup terasa di tingkat alur tata niaga daging sapi (baca : AF Juga Tau, Empat X Factor Agar Harga Daging Turun).

Ditambah bukan hanya dimajukan quota sapi impor dan membuka keran sapi trading, bukan hanya bakalan.

Langkah ini sangat vital di tingkat pedagang, karena kalau kemarin langkah awal ini tidak dikeluarkan daging sapi bisa menembus harga 200ribu-250ribu/kilo. Sapi hidup dari beberapa feedlot turun sampai 33ribu/kilo dari asalnya 38ribu/kg dan bisa saja terjadi h-10 sudah mencapai harga 42ribu/kg!!!gila.

Kenapa harga daging belum turun signifikan

  1. Kebijakan instant

Hasil nya akan dilihat bulan ini yang yakin harga akan berangsur turun, tidak bisa instant di bulan kemarin karena daging sapi ini unik berbeda dengan komoditas lainnya.

  1. Belum adanya pembenahan RPH (rumah potong hewan)

Walaupun beberapa rph yang memiliki harga di bawah pasaran, tetapi kapasitas dalam puasa pasca lebaran yang tergolong momentum tidak dapat dibendung akibatnya banyak pemotong yang tidak kebagian sapi terkait waktu yang kurang dari pemotongan rph yang mempunyai lisensi

  1. Meskipun harga sapi turun, harga di Bandar belum tentu turun, dan harga di pedagang tidak berubah.

Sudah hokum pasar seperti ini, tapi makna dari harga sapi turun ini bisa member harapan kepada pedagang selama 2 tahun terus menerus dibayangi kerugian “mati enggan hidup tak mau” ya ada secerca harapan lagi dengan harga sapi turun market jadi bergairah, kalau pun belum di bulan agustus bulan septermber harga akan berangsur turun

Pemerintah dalam hal ini memang tidak bisa menemukan solusi instant dengan harga yang ideal daging 70.000/kg, tetapi dengan langkah ini sudah merevolusi kebijakan departemen pertanian tentang swasembada yang menghabiskan dana 17.5 trliun, setelah pasca lebaran harga daging, saya sangat yakin 100persen, sekitar 70-75 ribuper kg . karena sector pembenahan rph terus dilakukan yang sebelumnya hanya beberapa karena terkait kebijakan rph yang bisa memotong sapi bx hanya di rph yang sudah berlisensi.

Tapi yang kocak dari deptan/dinas peternakan yang terintegrasi adalah pernyataan-pernyataan yang menyatakan “kalau tidak ada daging sapi ya ganti saja dengan daging ayam” berarti Swasembada 0 besar dari ucapannya sendiri”

Dua langkah ini yang harus di tempuh saat ini. Dan yakin daging sapi akan berangsur-angsur turun. Sampai harga normal karkas sapi 48.000, harga sapi hidup 24.000

  1. Membebaskan impor jeroan, 65cl ke bawah, dan daging sapi variasi

Factor ini merupakan pondasi syarat utama harga daging akan turun karena ini lah Indonesia jeroan sangat digemari di Negara ini. Yang ga habis fikir lebaran kemarin adalah harga liver/hati melebihi harga daging tembus sampai harga 150.000.. yang biasa dinikmati harga liver kalau dibukanya keran Impor sekitar 20.000.

Baca : Bakso Adalah Keajaiban Dunia yang Terdapat di Indonesia (karkas sapi per-tanggal 28/4/2013 Rp.73000)

Harga daging akan teredam bila jeroan ini di buka kembali dan ekonomi masyarakat kelas bawah yang terdiri dari jutaan realistis industry kecil seperti bakso dorong, jajanan gerobak, semuanya akan tersenyum lebar dan memiliki rasa bangga di Negara sendiri karena ekonominya dapat bergairah kembali.

Saya yakin pemerintah akan mencoba memperjuangkan agar bukan hanya Industri besar yang mendapat harga murah, tapi seluruh rakyat Indonesia lah yang bisa menikmati berkembanya ekonomi dari industi kecil, industri kecil juga akan membuktikan diri bahwa bisa berkembang layaknya industry besar, dan akan berkembang terus, kalau ada bahan baku murah untuk diproduksi. Kalaupun mempertahan industry besar mereka sudah stag dengan bahan bakunya akibatnya bertarung lah dengan bangsa sendiri, harusnya mereka sudah menatap pangsa pasar eksport bukan melemahkan industry kecil. Contoh di nugget, produk olahan yang bertahan hanya 5 besar ini yang mempunyai capital.

Buka kembali keran jeroan import, yakin 1000 persen harga daging akan turun dan industry kecil akan berkembang.

  1. Menambah supply dan mempercayakan kepada mekanisme pasar yang sudah baik yang terangkai berpuluh-puluh tahun

Maaf saya bukan tidak percaya pada bulog tapi fakta daging kemarin, kebijakan yang diluncurkan tidak bisa meredam harga. Intinya sudah lah dengan garis-garis koordinasi. Bebaskan quota daging impor percayakan pada mekanisme pasar, bukan percayakan pada lembaga ataupun organisasi-organisasi yang mendapat jatah quota. Dengan empat organisasi yang tahun kemarin mendapat jatah quota saya yakin akan ada puluhan organisasi baru dengan tujuan yang sama. Garis- garis koordinasi ini harusnya di lumerkan. coba untuk direcah agar bukan kepentingan lembaga yang bermain atau kepentingan organisasi yang berlomba-lomba mencari celah atau mencari muka. Buka keran impor, jangan sampai posisi populasi sapi terus turun dan sapi akan punah. Data bps menunjukan pengerukan besar-besaran sapi dalam 1 tahun ini sebanyak dua juta ekor. Ini fakta.

Protein murah harus dinikmati golongan masyarakat bawah bukan hanya kalangan yang membutuhkan daging prime cut (HOREKA) . tetapi jeroan yang kami idolakan dari masih kecil, ini harus dibuka lagi kerannya. Dan juga tidak perlu ada mekanisme pembagian quota. Tentukan berapa besar quota agar tidak juga melemahkan peternak sapi kemudian percayakan pada mekanisme pasar yang sudah sangat cantik terbentuk.

1376716205994442437

Sumber: http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/08/17/merdeka-bagiku-adalah-harga-daging-sapi-harus-turun-584854.html